Semburan muncul pada pukul 19.00 WIB, Kamis (24/9/2010). Diketahui pertama kali oleh Mak Ti salah satu pemilik warung yang berjualan di dekat lokasi semburan baru.
"Saya mendengar suara gemuruh. Saya kaget karena melihat semburan air yang tingginya 1-1,5 meter," tutur Mak Ti kepada detiksurabaya.com di lokasi saat membongkar warung miliknya, Sabtu (25/9/2010).
Pantauan di lapangan, semburan itu mengeluarkan air, lumpur dan pasir dengan gas metan dengan jarak 5 meter dapat mengeluarkan api. Beberapa petugas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) tampak berada di lokasi melihat semburan yang muncul di tanah persawahan tersebut.
Salah satu warga Besuki Timur, Dimyati (50) mengungkapkan pihaknya was-was dan takut dengan adanya semburan itu. Apalagi desa mereka sampai saat ini tidak masuk dalam peta terdampak.
"Kita di sini was-was dan takut. Desa kami belum tersentuh bantuan. Mau bercocok tanam tapi tanah kami tidak bisa digunakan untuk bercocok tanam," ungkapnya. (wln/wln)










































