Warga menggerebek rumah janda itu pada pukul 06.00 WIB, Sabtu (25/9/2010). Warga sebenarnya sejak semalam sudah mengintai gerak gerik Jamhuri sejak malam hari.
Warga awalnya tidak ingin mengerebek tapi karena dari malam hingga pagi Jamhuri tidak keluar rumah warga pun mendatangi rumah Lestari. Jamhuri sempat melakukan perlawanan saat akan dibawa ke balai desa.
"Berhenti pak, berhenti ayo ikut ke balai desa, sampean itu tidak tahu aturan," teriak warga yang memaksa Jamhuri keluar dari mobilnya. Namun sayang Jamhuri berhasil tancap gas dan kabur.
Ketua RT setempat, Nadlir Ihsan membenarkan jika warga melakukan penggerebekan. Hal tersebut dilakukan warga karena kesal dengan ulah Lastari dan Jamhuri. Menurut Nadlir tidak kali ini saja Jamhuri digerebek warga, beberapa tahun lalu juga sempat digerebek warga.
"Dulu sempat digerebek sama warga dan menulis pernyataan di polsek untuk tidak mengulangi perbuatannya, eh sekarang malah digerebek lagi, untung dia berhasil kabur kalau tidak saya tidak tahu apa yang akan dilakukan warga yang sudah terlanjur emosi itu," tutur Nadlir kepada sejumlah wartawan.
Jamhuri berhasil melarikan diri, Lestri kemudian dibawa warga ke balai desa. Hasil kesepakatan jika Lestari tidak menerima tamu laki-laki di rumahnya. "Jika masih ngotot warga sudah sepakat untuk menyegel rumah Lestari," ungkap Nadlir.
Sementara itu, Lestari mengaku sudah menikah dengan Jamhuri dan akan segera mengurusi surat nikah, di rumah kontrakan yang digerebek itu, Lestari tinggal bersama orangtua dan anak laki-lakinya.
"Siapa yang bilang saya selingkuh, saya sudah menikah dan akan segera mengrusi surat nikah," tutur Lestari.
(wln/wln)










































