"SG menyadari bahwa tanggung jawab sosial ini dapat membawa manfaat yang cukup besar dan luas. Sehingga mampu memberikan efek sosial,ekonomi dan multiefek lainnya terhadap pembangunan bangsa dan negara. Dan seperti program pemerintah, SG akan menjadi perusahaan yang Go Green Industry," kata Dwi di lapangan mini Segunting, Jumat (24/9/2010).
Perayaan diawali dengan penampilan musik dari Band Yunior SG (PPC & OPC) dan pementasan tari kolosal dari siswa-siswi SD, SMP dan SMA SG dengan judul 'Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe'. Diteruskan dengan tari 'Lakuning Yuk Gresik' garapan dari sanggar tari SG.
Suasana kemudian menjadi hening dengan pagelaran wayang pasir oleh Ki Dalang Fauzan ITB dengan tema mencintai alam. Pagelaran wayang tanpa narasi dan hanya berwujud penggambaran itu membuat mata penonton terpukau dengan atraksi tangan Ki Dalang di atas tebaran pasir. Suasana menjadi meriah lagi saat penampil juara I Kompetisi Musik Paling Aksi dan Kreatif (KOMPAK) SG mempertunjukkan kebolehannya.
Puncak peringatan HUT ke-53 SG akhirnya ditandai dengan penyalaan panel berbentuk logo SG oleh para direktur, komisaris dan jajaran direksi SG. Setelah panel menyala, telinga undangan yang hadir dipekakkan oleh letusan atraksi kembang api. Mata penonton seakan dimanjakan dengan indahnya konfigurasi nyala kembang api selama lebih dari 10 menit.
Kemeriahan terus berlanjut saat Sherina, tampil di atas panggung. Membawakan 6 lagu, Sherina mengajak penonton yang hadir untuk nyanyi bersama.
Usai Sherina, giliran Andra and the Backbone yang menghentak panggung. Dengan beat cukup keras, musik yang disajikan band ibu kota tersebut membuat penonton tak ingin beranjak dari tempatnya duduk atau berdiri. Lagu 'Hitam' dari Andra and the Backbone akhirnya memungkasi seluruh perayaan HUT ke-53 SG.
(iwd/wln)











































