Tebing jalan yang terletak di kilometer 56 di jalur penghubung antar wilayah
Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang itu kembali runtuh setelah tergerus guyuran hujan selama beberapa jam terakhir.
Runtuhan tebing jalan ini, tidak hanya terjadi di satu titik saja. Melainkan di 4 titik sekaligus yang setiap titiknya sepanjang 10 meter. Kondisi ini disampaikan Sugiyanto, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang yang terjebak longsoran.
"Saat ini, saya bersama rombongan anggota Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang memang sedang melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi bencana, diantaranya ke Desa Rowobaung, Kecamatan Pronojiwo yang lokasinya merupakan DAS (Daerah aliran Sungai) Semeru yang rentan dengan potensi bencana lahar dingin Semeru," kata Sugiyanto, ketika dihubungi detiksurabaya.com melalui sambungan teleponnya di lokasi longsoran.
Menurut Sugiyanto, saat dalam perjalanan menuju ke lokasi bencana di Rowobaung, setelah sidak ke Desa Penanggal, kecamatan Candipuro, ternyata tebing jalan longsor.
"Longsoran ada di 4 titik berbeda di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Setiap titik longsoran ini, ada sekitar 10 meteran. Saat ini, seluruh kencaraan, baik dari arah Lumajang maupun dari Malang terjebak longsoran ini dan macet total. Karena tanah yang rutun menutup seluruh badan jalan," kata politisi PKNU ini seraya menyebutkan jika rombongannya terjebak longsoran di atas Jembatan Perak.
Bahkan, dari pandangan mata Sugiyanto, ada 10 kendaraan yang titik longsoran
yang saat ini menjebak rombongannya. "Ada kendaraan pribadi, termasuk beberapa mobil rombongan Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang dan ada beberapa bus yang terjebak kemacetan. Kami tidak bis melintas, karena jalanan tertutup longsoran dan juga pepohonan," bebernya.
Sejauh ini, lanjut Sugiyanto, ada sejumlah aparat Polsek Candipuro yang telah
tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus melakukan koordinasi untuk membuka jalur. "Petugas tampaknya masih melakukan koordinasi dengan Pemkab Lumajang, karena harus membutuhkan alat berat untuk membuka longsoran ini," tambah Sugiyanto.
Sementara itu, Sekretaris Satlak Penanggulangan Bencana (PB) Kabupaten Lumajang, Rochani, saat dikonfirmasi terpisah menyampaikan, jika pihaknya baru mendengar informasi terjadinya longsoran ini.
"Kita baru mendpaatkan informasi. Saat ini, saya masih melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan. Dan, saya sendiri bersama personel dari Satlak PB yang akan berangkat ke sana," kata Rochani.
(bdh/bdh)










































