Pemuda Ganteng Tipu Beberapa Warga Banyuwangi

Pemuda Ganteng Tipu Beberapa Warga Banyuwangi

- detikNews
Kamis, 23 Sep 2010 15:25 WIB
Banyuwangi - Seorang pemuda berwajah ganteng, bertutur kata sopan, diduga menipu beberapa warga di Banyuwangi. Pria berinisial FK, warga Jalan Hasyim Ashari RT 4 RW 2 Plandi, Jombang, sukses menguras harta milik beberapa kenalannya.

Salah satu korbannya adalah Budiono (30), warga Desa Wringinagung Kecamatan
Gambiran Banyuwangi. Budi, panggilan akrab korban, harus kehilangan uang sebesar Rp 1,6 juta. Uang itu sebagai pembayaran laptop merek ternama yang diaku FK sebagai miliknya ke korban.

"Laptop sudah saya bayar, baru beberapa hari pakai, dia balik ke toko saya. Dia
bilang pinjam laptop itu. Alasannya mau ambil data di laptop. Ternyata sampai saat
ini tidak dikembalikan," kata Budi, ditemui di gerai selulernya, Jalan Raya Jajag,
Gambiran, Kamis (23/9/2010).

Selain Budi, diperkirakan masih banyak korban lainnya. Salah satunya, seorang
perempuan asal Kecamatan Genteng, Banyuwangi, berinisial ID. ID dikabarkan kehilangan uang senilai jutaan rupiah.

Selain kedua korban, sejumlah karyawan sebuah hotel di Desa Jajag Gambiran Banyuwangi, tempat FK biasa menginap, turut tertipu. Rata-rata mereka tertipu uang sebesar Rp 500 ribu.

Selama menginap di hotel, FK memperkenalkan diri ke tiap kenalannya sebagai pengusaha ikan. Kedatangannya di Banyuwangi, untuk memborong ikan di Kecamatan Muncar dan dijual lagi ke Jakarta. Dalam sekali menginap, FK akan tinggal dalam waktu cukup lama.

"Pernah dia langsung bayar sewa kamar hotel untuk sebulan penuh," jelas seorang
karyawan Hotel, yang mengaku turut menjadi korban tipu daya FK.

Hingga kini keberadaan FK masih misterius. Upaya pencarian beberapa kali dilakukan, termasuk melacak melalui akun fesbook yang bersangkutan. Saat dihubungi, nomor telepon selulernya tidak aktif.

"Saya masih menunggu itikad baik darinya," tandas Budi, yang seraya berucap dalam
waktu dekat mengadukan nasibnya ke polisi.

Sementara Kapolsek Gambiran, AKP Ma'ruf saat dikonfirmasi, mengaku belum
mendapat laporan dari warga terkait dugaan penipuan tersebut. Meski begitu, kapolsek berjanji akan menelusurinya.

"Sejauh ini belum ada laporan masuk mas, nanti saya perintahkan anggota untuk ngecek di lapangan," ucap Kapolsek Ma'duf saat dihubungi detiksurabaya.com.

(fat/fat)
Berita Terkait