Peristiwa itu terjadi saat pihak perkebunan mengelar acara halal bihal bersama seluruh pekerja. Para pekerja mengalami pusing, mual dan muntah usai menyantap makanan tersebut. Mengetahui hal itu warga kemudian memanggi pihak puskesmas.
Menurut Poni (35) warga setempat mengakui jika dirinya merasakan pusing dan mual pada jam 21.00 WIB, Senin (20/9/2010). Itu dirasakan setelah siangnya turut memakan rawon yang dihidangkan pihak perkebunan.
"Perut saya rasanya mulas, hingga harus bolak-balik ke belakang," ungkapnya kepada wartawan di rumahnya, Selasa (21/9/2010).
Hal yang sama juga dirasakan beberapa rekannya yang juga mengikuti acara tersebut, bahkan hingga saat ini sejumlah korban beberapa diantaranya masih terbaring lemas.
Poni mengatakan meski sudah bisa beraktivitas sesekali rasa mulas itu muncul. "Badan saya masih terasa lemas. Tadi pagi bahkan beberapa teman saya juga masih belum beraktivitas," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Puskesmas Garum, dr Kenthik, membenarkan adanya keracunan makanan saat pesta halal bihalal. Untuk mencari penyebab pasti peristiwa keracunan itu, sample makanan terutama daging rawon telah dikirim ke laboratorium.
Dari jumlah korban yang mencapai 62 orang tersebut, satu diantaranya, Anik (22) warga setempat dalam kondisi kritis hingga harus menjalani perawatan di RSUD Mardiwaluyo Kota Blitar.
"Mayoritas korban telah membaik, namun setahu saya masih satu yang masih dirawat di rumah sakit. Sedangkan yang lainya hanya mengunakan obat jalan," tandasnya.
(wln/wln)











































