Diduga, korban nekat mengahiri hidupnya dengan cara seperti ini lantaran bingung tak bisa membiayai istrinya yang sedang melahirkan di rumah sakit dengan jalan operasi cesar.
Orang pertama yang menegetahui kejadian ini adalah Sriani (70), ayah korban. Ketika hendak member makan sapi, ia terkejut melihat anak lelakinya tergantung di dalam leher. Seketika itu, ia berteriak keras minta tolong lantaran melihat kondisi korban yang masih dalam keadaan sekarat dengan tubuh kejang-kejang.
Mendengar teriakan itu, Ngasiran (50) dan Tomo (50) juga keluarga korban yang tinggal serumah langsung mendekat. Selanjutnya, ketiga orangtua ini berusaha menurunkan korban dari atas gantunganya. Tapi, sebelum berhasil diturunkan korban sudah terlebih dulu meninggal dunia akibat lehernya terjerat tali plastik.
Setelah berhasil menurunkan korban, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Kadungadem. Dan polisipun langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.
"Hasilnya, hanya ada luka bekas jeratan tali di leher korban. Dan kita menyimpulkan bahwa kejadian ini murni akibat bunuh diri yang sengaja dilakukan oleh korban sendiri," ungkap Kasubag Humas Polres Bojonegoro, AKP MT Ariyadi.
Tali plastik dan sejumlah barang bukti diamankan oleh petugas. Selain itu, pihak keluarga juga dimintai keterangan sebagai saksi atas perkara ini. "Dari keterangan pihak keluarga, beberapa hari terakhir korban mengeluh kebingungan lantaran istrinya sedang melahirkan dengan cara caesar. Karena butuh uang banyak dan tak sanggup memenuhi itulah, dugaan kuat yang mengakibatkan korban nekat mengahiri hidupnya dengan cara gantung diri," pungkasnya.
(bdh/bdh)










































