2 Jembatan di Trenggalek Putus, 2.000 KK Terisolir

2 Jembatan di Trenggalek Putus, 2.000 KK Terisolir

- detikNews
Kamis, 16 Sep 2010 13:07 WIB
Trenggalek - 2 Jembatan penghubung 3 desa di Kecamtan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, putus setelah sebelumnya diterjang banjir bandang. Akibatnya, lebih dari 5.000 jiwa yang terkumpoul dalam 2.000 Kepala Keluarga (KK) terisolir.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Trenggalek Yoso Miharjo membenarkan adanya kejadian tersebut. 2 jembatan yang putus masing-masing Jembatan Rela di Desa Margomulyo, berukuran panjang 60 meter dan lebar 3 meter, serta Jembatan Mbah Udan di Desa Sawahan, dengan ukuran panjang 25 meter dan lebar 3 meter.

"Semalam mas putusnya, tepat saat terjadi banjir bandang di Desa Margomulyo. Untuk banjirnya sendiri terjadi singkat, yaitu sekitar jam setengah sepuluh malam sampai jam 12 malam sudah surut," terang Yoso, membenarkan saat dikonfirmasi detiksurabaya.com melalui telepon selulernya, Kamis (16/9/2010).

Yoso menambahkan, putusnya 2 jembatan diakibatkan oleh penumpukan sampah tepat dibagian pondasi penyangga, hingga menjadikan aliran air tersumbat dan menimbulkan beban berat. Sebagai langkah tanggap darurat, pihaknya saat ini berupaya membersihkan sampah untuk menghindari terjadinya susulan.

"Untuk jembatan darurat masih kami koordinasikan dengan sejumlah pihak. Tapi yang jelas tetap akan dibuatkan," imbuhnya.

Sementara akibat putusnya 2 jembatan tersebut, sedikitnya 5.000 jiwa yang tergabung
dalam 2.000 KK terisolir. Pemkab Trenggalek saat ini tengah berupaya mengirimkan
bantuan pangan, karena aktifitas perekoimian warga praktis terhenti.

"Sampai jam 11 siang ini ada 10 ton beras, minyak goreng dan 100 karton mie instan
yang sudah dikirimkan. Kami juga akan kirimkan bantuan tenaga, dan menambah pasokan bantuan pangan sampai semuanya tercukupi," tandas Yoso.

Selain mengakibatkan putusnya 2 jembatan penghubung 3 desa, banjir bandang di Kecamatan Watulimo juga menjadikan 2 rumah warga ambruk. Meski demikian tidak tercatat adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Data pemilik rumah sudah kami dapatkan, dan sekarang sedang diurus pemberian bantuan," pungkas Yoso juga membenarkan adanya kerusakan di 2 rumah. (bdh/bdh)
Berita Terkait