Korban tewas saat 12 jarum menancap di sekujur tubuh anak ke 2 dari 6 bersaudara dari pasangan suami-istri (pasutri) Didik Tri Atmojo (45) dan Ny Sati Wahyuningsih (43).
Saat itu korban yang mengalami asma akut ingin menyembuhkan penyakitnya. Tabib akupuntur, Masduki (40) warga Desa Pulo, Kecamatan Tempeh, datang ke rumahnya setelah diperkenalkan oleh kerabat korban.
"Alat penyetrum itu dari alat khusus dengan menggunakan tenaga baterei," kata Kanit Reskrim Polsek Pasirian Aiptu Hartono saat dikonfirmasi di kamar mayat RSU dr Haryoto Lumajang, Kamis (16/9/2010).
Dia mengaku tewasnya korban diketahui pukul 17.30 WIB, dengan 12 jarum akupuntur ke sejumlah bagian tubuh korban. Diantaranya, di bagian dada sebelah kanan dan kiri masing-masing 2 jarum, lengan atas dan bawah baik kanan maupun kiri total 4 jarum dan di bagian kaki baik kanan maupun kirinya, masing-masing 4 jarum.
Setelah menancapkan jarum, sang tabib langsung menyetrum sejumlah bagian tubuh korban. "Masduki telah kami amankan di Mapolsek Pasirian dan masih menjalani pemeriksaan. Saat ini, kami masih memeriksa intensif Masduki sebelum nantinya kami limpahkan ke Satuan Reskrim Polres Lumajang," jelasnya.
Sementara sang ayah, Didik Tri Atmojo mengaku kaget ada seorang tabib mendatangi rumahnya tanpa konfirmasi. Dia mengaku anaknya mengalami asma sekitar 4 bulan lalu.
"Saya tahunya saat kembali ke rumah, anak saya ditancapkan jarum di sejumlah bagian tubuhnya dan disetrum-setrum begitu. Saya sempat kaget karena merasa tidak pernah mengundang dukun itu," jelas Didik Tri Atmojo, ayah kandung korban kepada detiksurabaya.com.
Melihat tubuh anaknya tak bergerak, ayah korban langsung memangkunya. Kaget anaknya meregang nyawa dirinya pun lari ke rumah sakit dan melaporkan perbuatan si tabib. (fat/fat)










































