Informasi yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, kecelakaan terjadi pada, Rabu (15/9/2010) dinihari sekitar pukul 04.30 WIB, melibatkan bus Putra Tunggal bernomor polisi S 7045 UW dengan truk pengakut tebu bernomor polisi S 8092 HA. 11 orang yang mengalami luka dalam kejadian tersebut saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kertosono.
Brigadir Edi Prasetyo, personel polisi lalu lintas Polres Nganjuk yang menangani kasus tersebut mengatakan, kecelakaan bermula saat bus pariwisata yang dikemudikan oleh Miftahul Huda, warga Kebon Duren, Ponggok, Blitar, melaju kencang dari arah Madiun menuju Surabaya. Sesampainya di lokasi kejadian, dari arah sebaliknya meluncur truk pengangkut tebu yang hendak berbelok. Jarak yang sangat dekat diantara dua kendaraan tersebut menjadikan benturan hebat tak dapat dihindarkan.
"Dugaan sementara kesalahan ada di pengemudi bus yang terlambat menginjak pedal rem," ungkap Edi kepada wartawan di RSUD Kertosono.
Keterangan dari Edi juga dibenarkan oleh Sanimi, kenek bus pariwisata yang mengalami
patah pergelangan lengan kiri. Meski tepat saat kejadian dia tengah terlelap tidur, dia sempat merasakan bus yang ditumpanginya melakukan rem mendadak.
"Sebelum ada benturan keras itu saya terbangun, karena bus mendadak mengerem. Baru setengah sadar, mendadak saya jatuh dan terjepit sampai seperti ini," ungkap Sanimi, disela perawatan medis.
Untuk 11 korban luka, selain Sanimi juga terdapat 1 penumpang bus lain yang terpaksa
dilarikan ke RSUD Dr Soetomo Surabaya, karena luka yang dialaminya cukup parah.
Sementara 9 korban luka lain langsung diizinkan kembali pulang, karena hanya mengalami luka ringan di bagian kepala, kaki dan tangan.
Kepolisian Resort Nganjuk hingga pagi ini masih berusaha mengevakuasi bangkai bus
dan truk yang terlibat benturan, dengan mendatangkan sebuah mobil derek. Polisi juga
tengah melakukan penyelidikan, dengan mengamankan pengemudi bus, guna mengungkap penyebab pasti terjadinya kecelakaan.
(bdh/bdh)










































