Usai Rebonding, Hetty Disabet Celurit Suami

Usai Rebonding, Hetty Disabet Celurit Suami

- detikNews
Selasa, 14 Sep 2010 13:02 WIB
Usai Rebonding, Hetty Disabet Celurit Suami
Kediri - Malang menimpa ibu 2 anak, Hetty Novitasari warga Desa Bogem, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Dia mengalami luka bacok di sekujur tubuh setelah menjadi korban penyabetan celurit suaminya sendiri, Slamet.

Sabetan celurit diduga bermotif cemburu ini menyebabkan Hetty luka robek di kening dan perut sepanjang 6 cm, patah tulang iga kedua, putus otot tendon lengan kanan, putus jari tengah dan terpaksa diamputasi ibu jari kanannya. Korban saat ini menjalani perawatan intensif di ICU RSUD Pelem, Kecamatan Pare, dan harus mendapatkan jahitan di sejumlah luka robek yang dialaminya.

"Korban masuk sekitar jam 7 malam kemarin dan kondisinya cukup kritis. Usus halus
sempat terburai dan ibu jari tangan kanan nyaris putus," ungkap salah seorang
perawat di ICU RSUD Pelem yang enggan sebutkan namanya, Selasa (14/9/2010).

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, sabetan celurit itu terjadi di rumah korban saat pulang dari salon rebonding rambutnya. Tanpa alasan yang jelas, suaminya langsung mengejar dan menyabetkan celurit hingga berulang kali.

"Pas kenanya itu di luar rumah, karena ibu sempat lari begitu lihat bapak mengejar
bawa celurit," terang Wati, pembantu korban menceritakan kejadian yang dialami
majikannya kepada detiksurabaya.com di luar Ruang ICU RSUD Pelem.

Wati menambahkan, kejadian ini diduga dipicu oleh perasaan cemburu pelaku kepada
korban. Ini setelah korban nekat pergi ke salon di tengah kondisi sakit yang dialami suaminya. "Tapi kalau menurut saya memang dasar bapak saja yang keterlaluan, lha wong sakitnya hanya flu biasa," imbuhnya dengan nada sinis.

Kejadian penyabetan celurit ini sempat diketahui oleh sejumlah tetangga korban dan langsung melarikan ke rumah sakit. Sementara pelaku juga langsung diamankan polisi.

"Setelah membacok, bapak langsung ditangkap saudaranya dan dilaporkan ke polisi.
Semalam sempat dibawa ke sini dan sekarang katanya ditahan di kantor polisi," ungkap Wati.

Dari kejadian itu, Wati mengaku majikannya telah membulatkan tekad untuk cerai. Selain karena kesal, keputusan ini diambil karena pelaku selama ini dianggap tak lagi bertanggung jawab dalam pemberian nafkah lahir dan batin.

"Kemarin malam ibunya ibu yang bilang, bapak pokoknya sudah tidak diterima lagi.
Orang kerjaannya juga tidur terus," tandas Wati dengan nada yang lebih sinis.

Sementara informasi yang berhasil dihimpun dari Satuan Reskrim Polres Kediri
menyebutkan, pelaku sudah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif. Akibat perbuatannya, dia diancam dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara. (fat/fat)
Berita Terkait