Hingga kini dua alat berat berupaya membersihkan longoran tanah yang menutup
badan jalan. Akses jalan sendiri hanya dilalui kendaraan roda dua saja.
"Kami terisolir sampai kini, karena kendaraan roda empat tidak dapat melintas," katar Sekretaris Desa Tambakrejo Febriana Kristanti kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Selasa (14/9/2010).
Menurutnya, tanah longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan pukul 21.00 WIB mulai Senin (13/9/2010). Hujan sendiri reda pada Selasa pagi.
"Malam kemarin banyak warga yang tidak bisa kembali ke kampung, setelah mereka
keluar untuk bersilaturrahmi kepada saudara tinggal di desa lain. Mereka harus
kembali pagi ini," akunya.
Wanita berkaca mata ini menambahkan, proses pembersihan longsoran tanah
diperkirakan selesai hingga sore nanti. Mengingat ratusan kubik longsoran tanah
masih menutup semua badan jalan.
Sebelumnya, akses jalan menghubungkan dua desa ini juga tertutup oleh longsoran
tanah pada Senin (6/9/2010), pagi. Empat titik longsor yang terjadi membuat ratusan kepala keluarga tinggal di Desa Tambakrejo terisolir.
Selain dilanda tanah longsor, sekitar 197 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Dusun Sendangbiru kemarin malam tergenang air setinggi 100 cm akibat banjir bandang Sungai Kedungbanteng.
Kini luapan air telah surut hingga warga telah bergotong royong untuk membersihkan rumah-rumah mereka dari lumpur.
"Air mulai naik pukul 12 malam, setinggi 20 sampai 100 cm. Banjir iniĀ lebih parah dari kemarin, karena air mengalir cukup deras. Tapi kini air sudah surut kembali. Hanya longsor saja yang mengisolir kami," terangnya.
(fat/fat)











































