Namun saat dalam perjalanan ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong lagi. Peristiwa itu bermula saat Anton dengan rombongan teman sekolah yang menggunakan truk akan refreshing saat libur lebaran.
"Korban datang bersama dengan teman sekolahnya dan mandi bersama 2 temannya, Sri Wahyuni dan Susi. Nah korban saat itu memakai pelampung ban, 2 temannya tidak. Tiba-tiba ban terguling dan korban terseret arus," kata Kepala Satpolairut AKP Muhardi kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Selasa (14/9/2010).
Muhardi menambahkan, korban sempat melambai-lambaikan tangan saat terseret arus sekitar 6 meter. Rekan korban yang mengetahui mencoba menolong dan berteriak. Namun keduanya juga nyaris tenggelam.
Warga dan pengunjung yang tanggap segera menolong korban ke pinggir pantai dibantu tim medis. Namun saat dibawa ke rumah sakit korban menghembuskan nafas terakhir. "Diduga paru-paru korban kebanyakan kemasukan air, jadi tidak mampu tertolong," tambahnya.
(fat/fat)











































