Terhitung, hari ini, jumlah pemudik yang balik ke kota asal melalui Stasiun Bojonegoro mencapai 1.353 orang, Minggu (12/9/2010).
"Memang, arus balik mulai terasa. Tapi, penumpang yang datang atau mudik juga
masih banyak," kata Supriyono, salah satu petugas tiket Stasiun Bojonegoro.
"Peningkatan jumlah penumpang dalam arus balik sudah terasa sejak H+1 kemarin," ujar Supriyono di sela kesibukanya melayani penjualan tiket.
Data yang ada, pada 10 September atau saat hari raya jumlah penumpang mencapai 1.136 orang yang turun maupun naik. Dari total jumlah itu, sebanyak 673 orang turun dari Jakarta. Sedang pada Sabtu (11/9/2010), jumlah penumpang yang naik dari Jakarta 466 orang dan penumpang turun dari Jakarta 491 orang.
Namun, penumpang lokal masih mendominasi yakni 1.692 orang. Dijelaskannya, sampai saat ini masih ada empat KA kelas ekonomi yang terus dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan penumpang yang mudik maupun balik. Yakni KA Kertajaya, Tawang Jaya, Ekspres Kertajaya Lebaran dan KA Tambahan Lebaran. Rata-rata KA tersebut membawa 5-7 gerbong. Diprediksi jumlah penumpang akan terus naik hingga H+7 mendatang.
Jumlah penumpang diperkirakan akan terus naik sejak H+1 sampai H+7 lebaran pada arus balik kali ini. Dan pantauan di stasiun menunjukkan bahwa puluhan atau bahkan ratusan penumpang terlihat rela berdiri dalam perjalanan mudik atau baliknya kali ini.
Mereka rela berdiri dan berdesakan di dalam kereta demi cepat sampai ke tempat tujuan. "Dari Semarang sampai ke Bojonegoro, banyak sekali penumpang yang berdiri karena tidak kebagian tempat duduk. Tapi untungnya saya mendapatkan kursi," kata Tono, salah satu penumpang dari Semarang.
(bdh/bdh)











































