Petasan berukuran kecil dan besar dibakar bersama-sama. Mereka tidak takut dengan bahaya yang akan ditimbulkan. Bahkan, anak-anak juga tampak ceria ikut membakar dan merebut petasan yang tidak meledak.
Tak ayal, jalan desa yang menghubungkan Desa Palo'loan Kecamatan Gapuran dan Desa Aeng Merah, Kecamatan Batuputih terganggu. Asap petasan membubung. Kertas pun berserakan di jalan umum tersebut. Pesta petasan yang sudah biasa dilakukan tiap tahun menjadi tontonan warga.
Salah seorang warga setempat, Mathasan (32) mengatakan, jumlah petasan tidak diketahui. Sebab, hampir semua jamaah salat Id membawa petasan. "Usai salat Id, petasan itu dibakar ramai-ramai," kata Mathasan pada detiksurabaya.com di lokasi, Jumat (10/9/2010).
Bunyi petasan terbesar, kata dia, diperkirakan bunyinya didengar hingga radius 5 Km. Sedangkan yang bentuknya lebih kecil umumnya dirangkai sepanjang 3 meter. "Setiap 3 meter isinya lebih 200 petasan berukuran kecil," terangnya.
Pesta petasan, kata dia, salah satu bentuk syukur, karena sudah mampu menjalani Ramadan sebulan penuh. Meski dia tahu risiko petasan, namun karena sudah menjadi kebiasaan setiap tahun maka warga tetap membuat petasan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
(wln/wln)











































