"Kami sudah bertahun-tahun beribadah salat Idul Fitri. Kadang bertepatan dan kadang berbeda dengan pemerintah," kata Taufiq Amiruddin (35), salah seorang jamaah kepada detiksurabaya.com usai salat Idul Fitri.
Berbeda dengan Tarekat Anfusiyah, Mojokerto, yang mengaku berdasar rukyatul hilal kala menentukan awal Syawal, jamaah Al-Ainul Baahiroh memilih berdasar keyakinan. "Tapi keyakinan berdasar penghitungan," kata seorang jamaah, Mudhofir (42).
Namun dalam hal bilangan bulan, jamaah Al-‘Ainul Baahiroh sama dengan Tarekat Anfusiyah, Mojokerto. Dalam hitungan jamaah Al-Ainul Baahiroh, bulan Rajab berbilang 30 hari, bulan Sya’ban 29 hari dan Ramadan 30 hari.
Terlebih lagi, jamaah Al-Ainul Baahiroh berbeda dengan pemerintah dan ormas Islam saat menentukan awal Ramadan tahun ini. Jamaah ini berpuasa sehari lebih dulu dibanding keputusan pemerintah.
(wln/wln)











































