Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian itu bermula saat Tasmito baru saja menjual 2 ekor kambing yang dibawanya ke pasar kambing di belakang Pasar Baru Tuban Jalan Gajah Mada-Tuban. Saat istirahat di atas motor di bawah pohon mahoni, tiba-tiba didatangi pria tak dikenal.
Pria itu mendekat dan langsung menjabat tangannya. Sesaat kemudian orang berpostur sedang bertubuh gemuk itu langsung menepuk pundak Tasmito. Tepukan itu menjadikan Tasmito menuruti kehendak penepuknya.
Dia lalu diminta diantar keliling Kota Tuban. Setelah itu, di sekitar perempatan pabrik kapur Kelurahan Kebonsari Kecamatan Kota, Tuban, pria itu meminta semua uang hasil penjualan kambing diserahkan. Tasmito menurut saja keinginan pria itu. Uang Rp 850 ribu hasil jualan 2 kambing dia serahkan. Setelah itu dia disuruh pulang meninggalkan orang tersebut di perempatan jalan.
"Saya baru sadar kalau kena korban gendam, setelah diingatkan istri saya soal hasil penjualan kambing. Saya masih ingat ciri-ciri orang tersebut," kata Tasmito kepada wartawan di rumahnya Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
(fat/fat)










































