Informasi yang dihimpun dari Endang Wasiati (37), putri Poniti, dirinya mendapat telepon dari dr Oeng. Selama ini ibunya bekerja di rumah Oeng untuk merawat ibu kandung sang dokter yang berusia 95 tahun. Ibunya bekerja di rumah tersebut sejak 5 tahun lalu.
"Ketika saya datang kondisi tubuh ibu sudah melepuh habis terbakar, bahkan bagian wajahnya hampir tak dikenali. Mayat ibu terletak di ruang kamar dengan alas sprei basah tanpa mengenakan baju," tutur Endang kepada wartawan di rumahnya Jalan Brigjen S Riyadi Gang 15, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (7/9/2010).
Bersama keluarga Endang kemudian membawa jenazah ibunya ke rumahnya. Karena terganjal dengan kematian ibunya, Endang memberanikan diri untuk melapor ke polisi.
"Karena aneh tentang kematiannya, kami lapor polisi dan memintakan visum dokter, hingga pagi tadi saat mengambil jenazah di RSSA, kematian ibu katanya karena terbakar," ungkapnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Decky Hermansyah mengatakan, tiga hari sebelumnya LPG ukuran 12 kilogram milik dr Oeng ngowos dan menyebabkan korban mengalami luka bakar. Saat kejadian tabung bocor itu pemilik rumah juga tidak melapor ke polisi.
"Kata saksi bunyinya dikira mercon, jadi tak satupun warga mendekat atau melihat sumber suara itu. Namun, kita pastikan penyebab kematian korban karena LPG ngowos, hal itu berdasar keterangan saksi dan olah TKP," ungkap Decky.
(wln/wln)










































