Sekitar 100 warga tergabung dalam Koalisi Antar Lembaga Indonesia (KALI) menuntut
Dinas PU Pengairan transparan dalam tender yang dilakukan selama ini yang dinilai
banyak rekayasa.
Massa berorasi sambil membentangkan poster yang bernada kecaman. Diantaranya: 'Tender proyek jangan jadikan rekanan sapi perah','Dokumen lelang yang mahal', 'Berantas mafia proyek','Pungli dibiarkan subur kwalitas pekerjaan amburadul'.
"Kadin PU Pengairan harus tanggung jawab dan transparan dan jangan pelihara mafia
proyek yang merugikan rekan lain," teriak salah satu pendemo saat berorasi, Senin (6/9/2010).
Sementara dari pihak Dinas PU Pengairan tidak memberikan sepatah katapun dan
pendemo pulang dengan kecewa. "Jangan dulu kita masih pelajari no komen," kata
Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Madiun, Zainal Abidin saat ditemui wartawan di lobi kantornya.
Aksi pendemo ini melibatkan pengamanan sekitar 60 personel dari kepolisian baik
Polres Kota dan Kabupaten Madiun.
"Arus sebagian kita alihkan dai jalan Serayubke kiri lewat Kelurahan banjarejo dan
jalan Trunojoyo untuk kurangi kepadatan," jelas Kapolres Madiun Kota AKBP Aldrin Hutabarat.
(fat/fat)











































