Adalah Sudarti (44), guru SD. "Bu guru ditemukan sudah tewas di dalam kamar. Dia bunuh diri menggunakan tali dari selendang warna kuning yang dikaitkan di usuk atap rumah kemudian diikatkan di leher," kata Ropik, salah satu warga kepada detiksurabaya.com di lokasi kejadian.
Sedangkan untuk bisa naik ke atas, sambungnya, guru Sudarti menggunakan kursi yang kemudian ditendang setelah lehernya benar-benar terikat kain selendang itu. Keluarga yang melihat langsung dengan keras berteriak. Karena itu, para tetangga mendengar dan ikut membantu menurunkan korban dari atas gantungannya," tutur.
Beberapa saat kemudian, sejumlah petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian usai mendapat laporan dari warga. Sesampainya di lokasi, para petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban dan meminta keterangan pihak keluarga untuk memastikan penyebab kematian guru Sudarti yang tragis itu.
"Dari pemeriksaan, jenazah korban dalam keadaan duburnya mengeluarkan kotoran, lidahnya menjulur dan sama sekali tidak ditemukan bekas penganiayaan di sekujur tubuhnya. Karena itu, polisi menyimpulkan bahwa peristiwa ini murni bunuh diri," ungkap Kasubag Humas Polres Bojonegoro AKP MT Ariyadi.
Sementara berdasar keterangan sejumlah keluarga, korban diduga nekat mengahiri hidupnya lantaran beban keluarga yang sangat berat. Ia harus menanggung semua biaya hidup keluarga tersebut sendirian lantaran sang suami tidak bekerja alias pengangguran.
Sementara itu, ibu korban juga menderita sakit bertahun-tahun dan tak kunjung sembuh. "Dan semua tanggungan keluarga itu, bebanya ditanggung oleh korban," tuturnya
(wln/wln)











































