Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, 5 titik itu dipetakan dalam 2 kategori yakni 2 rawan macet, serta 3 rawan kecelakaan.
2 Titik rawan macet yakni di simpang tiga Mengkreng di Kecamatan Kertosono. Di lokasi itu merupakan titik pertemuan kendaraan dari arah Surabaya-Madiun, Surabaya ke Kediri dan sebaliknya. Sementara 1 titik rawan macet lain di jalur Kertosono- Bagor, karena banyaknya pasar tumpah terutama di dinihari dan sebelum siang.
Khusus untuk 2 titik rawan kemacetan, 2 jalur alternatif resmi juga telah disiapkan. Yakni kendaraan dari arah Nganjuk dan Madiun akan diarahkan melintas melalui jalur di Kecamatan Baron ke arah utara atau melalui jalur di Kecamatan Jatikalen ke utara hingga menembus wilayah Kabupaten Jombang.
Untuk 3 titik rawan kecelakaan di jalan lurus Desa Kliter, Kecamatan Kertosono, jalan lurus di Desa Kalimati, Kecamatan Warujayeng, serta KM 119 di Kecamatan Sukomoro. Untuk 3 lokasi tersebut, kerawanan muncul karena kondisi jalan bergelombang, minimnya fasilitas penerangan serta hembusan angin sangat kencang.
Sementara Kepala Unik Penanganan Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polres Nganjuk Ipda Arninsi, membenarkan sejumlah titik rawan di wilayahnya. Dia meminta masyarakat bisa meningkatkan kewaspadan, untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan.
"Ada baiknya memang masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan, karena bagaimanapun kondisi jalan kalau tidak hati-hati juga bisa berujung celaka," kata Arninsi kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Sabtu (4/8/2010).
Arninsi mengaku untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik 2010, pihaknya telah mendirikan 7 pos pengamanan. Operasional seluruh pos pengamanan telah dimulai H-7 dan akan ditutup pada H+7 lebaran mendatang.
(fat/fat)










































