Untuk titik rawan jalur utara mulai jalan raya Desa Bangsring dan Desa Alas Buluh, Kecamatan Wongsorejo. Di sana, ada penyempitan jalan karena proses perbaikan jalan dari pemerintah pusat belum tuntas seluruhnya.
Selanjutnya, titik rawan berada di kawasan Pelabuhan Ketapang dan jalan sekitar pasar induk Banyuwangi, karena adanya pasar tumpah ramadan. Sedangkan titik rawan jalur selatan berada di jalan raya Kecamatan Kabat, Pasar Rogojampi (Kecamatan ROgojampi), Pasar Srono (Kecamatan Srono), (Pasar Genteng) Kecamatan Genteng dan jalur Gumitir di Kecamatan Kalibaru.
"Di semua titik itu, tiap tahun kerap terjadi kecelakaan lalu lintas," jelas Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, Ketut Kencana, kepada wartawan di kantornya, Jumat (3/9/2010).
Dalam pengamanan titik rawan itu, lanjut dia, pihaknya akan bekerjasama dengan polisi. Selain itu sejak H-7 lebaran, ada dua tempat peristirahatan bagi pemudik.
Diantaranya di pos timbangan Ketapang dan pos timbangan Kalibaru.
Sementara diprediksi pemudik yang menggunakan bus akan mengalami penurunan. Namun pemudik yang menggunakan roda dua dan kereta api diprediksi meningkat 5-7 persen. Dan puncak arus mudik juga diperkirakan terjadi pada H-2 lebaran.
(fat/fat)










































