Peristiwa itu terjadi pada pukul 10.00 WIB, Kamis (2/9/2010).
Menurut keterangan Syaiful saksi mata kejadian mengatakan, dirinya melihat tiga orang petugas Satpol PP berupaya menurunkan baliho besar milik pemegang salah satu merk sepatu terkenal.
Ketika dua rekannya turun, korban masih berada diatas. Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh. "Saat saya lihat ternyata petugas satpol pp itu terjatuh," ungkap kepada detiksurabaya.com di lokasi kejadian.
Syaiful menduga korban terjatuh karena tersengat aliran listrik, karena salah satu penghantar listrik yang dipasang diujung baliho paling atas. "Kayaknya
kesetrum mas, lihat saja itu aliran listrik juga mengalir melewati baliho di ujung atas," ujar pria yang berdagangan di dekat lokasi kejadian ini.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari Satpol PP Pemkot Malang terkait kejadian menimpa anggotanya. Saat dihubungi melalui telpon genggamnya Kepala Satpol PP Pemkot Malang Bambang Suharijadi tidak menjawabnya.
Data yang dihimpun detiksurabaya.com di lokasi kejadian, Satpol PP Pemkot Malang tengah menggelar razia penertiban baliho telah kadaluarsa yang masa izinnya. Ada tiga titik dalam penertiban ini.
Selain di lokasi kejadian, petugas juga melakukan penertiban di depan Sarinah Plaza Jalan Merdeka Utara, dan Jalan Pasar Besar Malang. Jenazah pria asal Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Sukun, ini berada di Ruang IRD RSSA Malang.
(wln/wln)











































