Peristiwa itu terjadi saat keduanya mencari ikan, katak, dan ular. Derasnya arus sungai membuat perahu korban tak terkendali saat mencoba menyeberangi sungai dan akhirnya perahu terguling.
"Arusnya terlalu deras akibat hujan yang terus mengguyur, tapi kedua korban tetap nekat menyeberang," kata Kapolsek Kepanjen AKP Prayitno kepada wartawan di Mapolsek Kepanjen Jalan Raya Ngadilangkung, Rabu (1/9/2010).
Warga setempat yang juga bersamaan mencari ikan Selasa (31/8/2010) malam berusaha mencari keberadaan pasutri itu. Setelah dilakukan pencarian, 3 jam kemudian Yadi ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi. Sementara Miarsih istrinya ditemukan dalam radius 50 meter di titik perahu terbalik.
"Setelah korban ditemukan kita langsung membawanya ke rumah duka, karena keluarga meminta jasad korban tidak dilakukan autopsi," terang Prayitno.
Menurut Prayitno, sudah menjadi kebiasaan warga Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, yang tinggal di sekitar aliran sungai mencari ikan, katak dan ular pada malam hari di sepanjang sungai. Aksi nekat itu dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
(fat/fat)











































