Tak pelak, wajah dan kepala si bisu ini menjadi sasaran amuk massa. Kini, Yusuf si penyandang tuna wicara sejak lahir itu harus dirawat di Klinik Bhayangkara Jalan Stadion Pamekasan. Luka di kepalanya dijahit dan diperban. Sedangkan luka lebam di kedua pipinya diolesi salep. Begitupun dengan luka-luka didalam mulutnya harus diobati.
Kapolsek Galis, AKP Duduk Harjanto mengatakan, pihaknya terpaksa harus mengirim tersangka Yusuf ke Klinik Bhayangakara. "Jika langsung ditahan, saya khawatir luka-luka di wajah tersangka malah jadi infeksi," kata mantan Kapolsek Proppo itu, Rabu (1/9/2010).
Sebelum diamuk massa, Yusuf terlihat menggondol motor Yamaha Vega M 6279 AS warna hitam merah milik Matda'i. Saat itu, Matda'i sedang mengirim bahan kebutuhan berdagang ke warung milik Maryani (37), istrinya yang membuka warung di Pasar Pagendingan, Kecamatan Larangan.
Setelah keperluannya selesai, Madra'i langsung pamit pulang. Betapa kagetnya Matdra'i saat melihat sepeda motornya telah raib dari tempat parkirnya. "Padahal tak sampai 5 menit saya parkir," ujar Madra'i.
Madra'i langsung mengejar sang pencuri. Madra'i berkeliling pasar dan akhirnya menemukan seseorang yang sedang mendorong motornya keluar pasar. Melihat motor miliknya dikendarai orang asing, Madra'i langsung berteriak maling. Teriakan Matdra'i langsung disikapi para pengunjung pasar. Tak sampai 10 menit, tubuh Yusuf menjadi sasaran pukulan massa.
(fat/fat)










































