Gara-gara Isu Santet, Warga Kepung Kantor Polisi

Gara-gara Isu Santet, Warga Kepung Kantor Polisi

- detikNews
Selasa, 31 Agu 2010 18:55 WIB
Jember - Gara-gara isu santet, Faturahman (50) warga Desa Tempurejo Kecamatan Tempurejo diancam akan dibunuh oleh tetangganya. Ia bahkan terpaksa menyelamatkan diri dan meminta perlindungan di Polsek Tempurejo.

Meski sudah berlindung di kantor polisi, ratusan warga malah mendatangi Polsek dan warga menyuruh polisi agar melepaskan Faturahman kepada warga. Terpaksa, laki-laki itu dievakuasi ke Polres Jember dengan pengawalan ketat dari anggota Satuan samapta Polres Jember, Selasa (31/8/2010).

Peristiwa itu berawal dari permintaaan keluarga Siti Maemunah (48) kepada Faturahman. Maemunah menderita sakit dalam waktu 7 bulan terakhir. Selama beberapa hari terakhir, ia mengaku bermimpi bertemu Faturahman.

Keluarga Maemunah kemudian mendatangi Faturahman untuk meminta air. Faturahman menuruti keinginan keluarga dengan memberinya air. "Katanya setelah minum dari air yang saya kasih, ia membaik, tapi habis itu sakit lagi," kata Faturahman.

Karena selalu terulang sakit dan sembuh, keluarga Maemunah mendatangi Faturahman lagi bahkan mengancam akan membunuhnya kalau kali ini tidak bisa menyembuhkan Maemunah.

"Saya dikalungi celurit, makanya tadi sebelum sahur saya ke kantor polisi, daripada saya dibunuh karena dituduh punya santet. Saya ini hanya tukang cari kayu bakar, tidak punya santet dan ilmu apa-apa," ungkapnya.

Karena jumlah warga makin bertambah dan mengepung Polsek, petugas Polsek Tempurejo meminta bantuan dari Polres Jember. Wakapolres Jember Kompol Daddy Hartadi turun langsung untuk bernegosiasi dengan warga.

Faturahman akhirnya dievakuasi ke Polres Jember karena warga masih diliputi rasa marah. Sejumlah perwira dari Polres Jember mencoba membujuk warga agar tidak main hakim sendiri.
(wln/wln)
Berita Terkait