Apalagi, pamflet tersebut disebar atas nama Polsek Trawas, Mojokerto. Kontan beredarnya pamflet tersebut membuat warga semakin takut apalagi sebelumnya telah ada pemberitan percobaan penculikan anak di Surabaya.
Gusti (35), warga Tretes, Kelurahan/Kecamatan Prigen mengaku menemukan pamflet tersebut di jok sepedanya saat parkir di sebuah warung makan.
"Setelah makan dan mau keluar dari parkir, saya menemukan pamflet ini tertempel di jok saya," katanya sambil menunjukkan pamflet tersebut kepada
detiksurabaya.com, Selasa (31/8/2010).
Pamflet tersebut membuatnya khawatir pada anak semata wayangnya yang masih berumur 5 tahun yang selalu ia tinggalkan bersama pembantunya di rumah. "Saya
dan istri saya bekerja dari pagi sampai sore, anak bersama pembantu di rumah," ungkapnya.
Kejadian yang sama juga dialamiĀ Arifin (29). Pria yang pemilik warung ini mengaku kalau istrinya menemukan pamflet serupa di halaman rumahnya saat mau
bersih-bersih. "Kemarin lewat SMS, sekarang pamflet," tutur pria jangkung yang mengaku sempat mendapatkan kabar penculikan anak lewat SMS beberapa waktu
lalu.
Adapun pamflet atas nama Polsek Trawas, Mojokerto itu berbunyi, 'Dari Polsek Trawas. Diimbau kepada masyarakat yang mempunyai anak kecil harap berhati-hatidengan mobil APV warna silver dengan plat nomor L 1857 GU. Harap waspada dan sebar-luaskan di TK dan SD. Sudah terjadi korban penculikan di daerah Jolotundo dan Urung-urung. Kemarin sore menaikan 2 anak kecil yang satu diantaranya ditemukan kepalanya dengan tubuh hilang mengenaskan'.
(wln/wln)











































