Tetangga Korban Dilempar Bondet Saat Pergoki Aksi Perampok

Perampokan Sadis di Lumajang

Tetangga Korban Dilempar Bondet Saat Pergoki Aksi Perampok

- detikNews
Selasa, 31 Agu 2010 11:16 WIB
Tetangga Korban Dilempar Bondet Saat Pergoki Aksi Perampok
Lumajang - Dua orang warga tetangga Narukun (50), pedagang kaya asal Dusun Krajan, Desa Pajarakan, Kecamatan Randuagung, Lumajang sempat memergoki aksi perampok. Sayangnya, kedua warga itu diancam clurit, dan dilempar bondet (bom ikan).

Ceritanya, saat pelaku menyatroni rumah pedagang kaya ini, ada dua orang tetangga
korban yang sempat memergoki aksi pelaku. Kedua saksi ini, bernama Halal (40) dan
Solikin (23). Keduanya saat itu berniat belanja kebutuhan sahur di rumah Narukun.

Dari pantauan detiksurabaya.com, Halal, seorang saksi kejadiannya, ketika dimintai
keterangan aparat gabungan Polsek Randuagung dan Satuan Reskrim Polres Lumajang di lokasi perampokannya, mengungkapkan jika mereka bertandang ke toko milik Narukun, sekitar pukul 00.30 WIB.

"Saat itu kami berboncengan motor ke toko milik Narukun. Kami bermaksud belanja
kebutuhan sahur," kata Halal, kepada petugas, Selasa (31/8/2010).

Namun, sesampai di depan toko milik Narukun, Halal dan Solikin dikejutkan dengan keberadaan sejumlah pria tak dikenal yang wajahnya ditutup dengan cadar ala ninja.

Mendapati kedatangan Halal dan Solikin, kawanan perampok itu, segera menghadang keduanya. Bahkan, pelaku tidak hanya menghadang saja. Pasalnya, mereka juga mengancam P Halal dan Solikin dengan mengacung-acungkan clurit ke arahnya disertai ancaman akan membunuh mereka jika kabur.

"Karena ancaman itulah, kami segera menghentikan motor. Perampok itu segera mendatangi kami lalu memaksa agar menyerahkan motor. Tentunya kami menolak dan bermaksud kabur," ujar Halal.

Namun, ketika Halal dan Solikin berniat tancap gas, pelaku pun semakin beringas.
Mereka segera mengeluarkan sebuah benda bulat berwarna abu-abu yang ternyata adalah bahan peledak buatan tangan jenis bondet dengan daya ledak yang cukup dasyat.

Sebutir bondet itu pun langsung dilemparkan ke arah Halal dan Solikin. Seketika
terjadi ledakan keras dan isi bondet yang berupa pecahan besi, paku dan mur baut pun
semburat. Beruntung, ledakan itu berhaosl dihindarkan P Halal dan Solikin hingga
mereka luput dari cedera.

Beruntung, kedua warga Desa Pajarakan ini tak terluka sediki pun. Akhirnya mereka meneruskan tancap gas kabur. Selanjutnya, mereka menuju ke rumah Pak Burin (60), masih tetangga Desa juga yang tercatat masih kerabat korban perampokannya, yakni Narukun.

"Di rumah kan Burin, kami memberitahukan jika rumah Narukun dikepung rampok. Saat itu juga, Pak Burin memberitahukan warga lainnya dan kami segera kembali ke rumah Narukun," ungkap Pak Halal.

Namun, setiba di rumah Narukun, Pak Burin bersama Halal, Solikin dan warga lainnya
sudah tidak mendapati keberadaan kawanan pelaku perampokannya. Rupanya, kawanan
rampok itu telah kabur setelah melakoni aksinya.

Selang tak lama kemudian, warga baru mengetahui jika rumah Narukun memang kerampokan dan istrinya, Ny Sri Harttaik telah tewas dalam kamarnya karena kehabisan darah dengan luka bacok di tangannya. Singkat saja, warga pun geger lalu melaporkan ke polisi.
(bdh/bdh)
Berita Terkait