"Saya kira ikan besar yang tidak bisa keluar dari sampah, namun ternyata di dalamnya ada besi besar mirip rudal," kata Suparman (43), warga Desa Betek, yang pertama kali menemukan bom tersebut saat mencari ikan di sungai.
Saat karung yang membungkus rudal tersebut dibuka sepenuhnya, Suparman baru yakin jika benda tersebut merupakan bom yang menyerupai rudal, Oleh suparman, penemuan tersebut kemudian di laporkan ke Mapolsek Mojoagung.
"Setelah kami angkat, kira-kira beratnya 50 kilo gram. Karena saya tidak berani, takut meledak, kami lantas melapor ke polisi," ujarnya.
Usai mendapat laporan, polisi kemudian mendatangi lokasi penemuan tersebut. Beberapa petugas memastikan jika besi yang terbungkus karung itu merupakan proyektil pesawat, sisa perang dunia ke dua.
"Dari kondisi fisik dan bentuk rudal di mungkinkan bom tersebut sisa perang dunia ke dua, peninggalan agresi militer Belanda," tutur Wakapolsek Mojoagung, Iptu Supardi, saat berada di lokasi.
Usai dievakuasi dari sungai, proyektil itu dibawa ke mapolsek mojoagung. Bom dengan diameter 20 centimeter dan panjang 80 centi meter tersebut, diperkirakan polisi masih aktif, dan berbahaya karena mempunyai daya ledak tinggi, yakni 500 meter.
"Ini sangat berbahaya, makanya kita akan koordinasikan secepatnya dengan Tim Jihandak Gegana Polda Jawa Timur," tandasnya.
(wln/wln)










































