Dihentikannya pencarian ini, menurut Anggoro Dwi Sujiarto, Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah II Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TBNBTS) di Kabupaten Lumajang ketika dikonfirmasi detiksurabaya.com, karena malam yang terlalu gelap dan pekat di puncak Mahameru tidak memungkinkan dilakukan penyisiran.
"Kondisi alam inilah yang memaksa tim gabungan SAR menghentikan sementara penyisiran yang dilakukan di kawasan Puncak Arcopodo, sejak pukul 19.00 tadi. Saat ini, Tim dalam perjalanan kembali," katanya.
Penghentian upaya pencarian ini, ditindaklanjuti sebagian dari tim, terutama anggota tim yang berprofesi sebagai porter untuk turun kembali ke Ranu Pane. "Mereka turun ke Ranu Pane untuk mengambil perbekalan logistik guna meneruskan pencarian besok pagi," beber Anggoro.
Sebeum memutuskan untuk mengakhiri upaya pencarian hari ini, Anggoro mengungkapkan, Tim SAR Gabungan dalam penyisiran sore hari tadi, sebenarnya telah menemukan jejak kaki Matthew yang terdapat di sisi kanan mengarah ke Blank 75.
Dimana, Blank 75 merupakan kawasan dengan jurang yang curam dan beberapa waktu lalu telah menewaskan seorang pendaki lainnya, yakni seorang mahasiswa UGM bernama Andika Listiyono Putra (21), asal Mojokerto.
"Jejak kaki yang ditemukan, berupa pijakan baru yang diyakini merupakan jejak yang ditinggalkan Matthew. Jejak kaki itu mengarah ke Blank 75 yang merupakan kawasan berbahaya, dengan tebing curam sedalam 75 meter," ujar Anggoro.
Namun, Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Taman nasional Bromo Tengger Semeru di Kabupaten Lumajang ini berharap, Matthew N Alexander tidak sampai mengarah ke jurang curam itu.
"Yang jelas, sejak keluar dair jalur pendakian di Arcopodo, ia mengarah ke Blank 75. Tapi, jika ia mengarah ke sisi kiri, jalurnya akan aman karena menuju ke Ranu Kumbolo. Kami berharap jalur itu yang dilewati oleh Matthew," pungkas Anggoro.
(gik/gik)










































