"Spr adalah pasien penderita HIV/Aids yang masuk ke RSUD pada tanggal 23 Agustus lalu. Dan dia meninggal dia pada pagi pukul 07.00 WIB tadi," kata salah satu petugas di rumah sakit. Setelah dimandikan, jenazahnya kemudian dibawa pulang oleh keluarganya untuk selanjutnya dimakamkan.
Spr mendapat perawatan di RSUD baru sejak tanggal 23 Agustus. Sebelumnya, dia dirawat di rumah sakit Muna Anggita, Bojonegoro. Awalnya, menurut keterangan dokter RS Muna Anggita, Spr menderita penyakit tumor otak. Baru setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, diketahui bahwa Spr positif menderita HIV/Aids.
Dan sebelum tewas, kondisi Spr sempat mengalami demam tinggi bercampur mutaber. Sampai akhrinya, nyawanya tidak tertolong lagi meski tim dokter telah berusaha dengan maksimal. "Setelah dilab, baru ketahuan bahwa dia mengidap HIV/Aids. Namun, kondisinya sudah terlanjur parah dan sekarang telah tiada," sambungnya.
Humas RSUD Bojonegoro, dr Thomas Djaja, membenarkan kejadian ini. sayangnya, dirinya tidak bersedia menjelaskan secara rinci permasalahan yang terjadi. "Tolong nama dan alamatkan jangan disebutkan detail. Kasihan keluarganya," jawab Thomas singkat.
(bdh/bdh)










































