Para korban kapal yang bermuatan minyak mentah tersebut kini dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Denpasar, Bali dengan menempuh jalur laut Kangean-Bali. di perairan Desa Sepanjang, Pulau/Kecamatan Sapeken, Sumenep, Madura.
Kapal yang dinahkoda Kapten Dedy tersebut bersama 25 orang ABK kini dalam kondisi nyaris tenggelam setelah api padam sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu (28/8/2010).
Joni (39) salah satu warga Sapeken, mengatakan, kapal dalam posisi miring hingga 65 derajat dan nyaris tenggelam. "Para ABK saat ini berada di kantor KEI setempat. Sedangkan 4 diantaranya di rujuk ke RS Denpasar, Bali," ujar Joni dalam pesan singkat yang diterima detiksurabaya.com.
Sementara itu Kepala Desa Sepanjang, Kecamatan Sapeken, Hamsuri mengaku mendapat laporan jika rumah warga yang dekat dengan lokasi terbakarnya kapal tanker tersebut mengalami kerusakan rumah.
"Warga ada yang laporan jika genting dan kaca rumah ada pecah akibat ledakan keras sebanyak 3 kali sebelum kapal terbakar. Tapi, maaf jumlah rumah yang rusak belum diketahui," ungkap Hamsuri.
Kapal tersebut diperkirakan berkapasitas 80 ribu barel minyak mentah tersebut terbakar sekitar pukul 09.30 WIB. Tidak diketahui apa penyebab kapal terbakar.
(wln/wln)










































