Diduga Sopir Mengantuk, Truk Tebu Seruduk 3 Rumah

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Tebu Seruduk 3 Rumah

- detikNews
Sabtu, 28 Agu 2010 11:30 WIB
Lumajang - Diduga sopir mengantuk, truk bermuatan tebu bernomor polisi S 8950 UN yang dikemudikan Agus wahyudi (31), warga Bululawang, Malang menabrak tiga rumah di Jalan Dusun Sumberbulus, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, perbatasan antara Lumajang dan Malang. Kecelakaan tunggal ini, terjadi pada pukul 03.30 WIB, Sabtu (28/8/2010).

Truk bermuatan penuh tebu yang dikemudikan Agus sedang dalam perjalanan mengirim tebu ke Pabrik Gula (PG) Krebet, Malang ini. Karena tidak konsentrasi mengemudikan laju truknya, Agus tak menyadari jika dirinya telah banting setir keĀ  kiri. Akibatnya, laju truk pun tak terkendali lagi klalu menyeruduk tiga rumah serkaligus.

Ketiga rumah yang diseruduk truk tebu ini, milik Sarip (48), Mbok Jumat (62), dan sebuah pos yang digunakan sebagai tempat tambal ban. Ketiga rumah itu pun seketika ambruk. Seluruh perabot rumah rusak. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden kecelakaan ini. Pasalnya, di saat bersamaan, rata-rata pemilik rumah berada di bagian dapur dan tengah bersantap sahur.

"Saya hanya mendengar suara keras saat trukitu menabrak bagian depan rumah. Saat itu, saya sedang sahur di dapur," kata Mbok Jumat kepada detiksurabaya.com.

Begitu mendengar suara keras itu, Mbok Jumat bersama anaknya segera memeriksa ke bagian depan. Namun, di sana ia dikejutkan dengan kondisi rumah yang telah berantakan dan nyaris roboh. Apalagi, moncong truk tebu itu juga telah masuk ke dalam ruangan tamu rumahnya.

Kondisi itulah yang membuat perempuan renta ini kaget bukan main. Demikian pula yang dirasakan Sarip dan keluarganya. Saat itu juga, warga yang telah berdatangan ke lokasi kejadian, segera memeriksa kondisi sopir truknya.

Beruntung, sopir truknya tidak mengalami cedera parah Meski, Agus Wahyudi sempat dilarikan ke Puskesmas Pronojiwo untuk pemeriksaan medis lebih lanjut. Setelah mendapatkan perawatan, Agus Wahyudi yang mengalami cedera ringan, diperbolehkan pulang.

Sementara itu, Mbok Jumat dan Sarip mengatakan pihaknya tidak akan menuntut lebih jauh atas insiden kecelakaan ini. Keduanya hanya minta mengganti kerusakan rumah dan perabot akibat kejadian itu.
(wln/wln)
Berita Terkait