Kini kasus itu ditangani Propam Polda Jatim. Tak hanya Briptu D yang diperiksa, sekitar 6 anggota polisi lainnya juga diperiksa terkait insiden penembakan yang terjadi sekitar pukul 00.15 WIB, Rabu (25/8/2010) dini hari.
Imam sengaja merahasiakan identitas anggotanya dengan alasan khawatir ancaman dan keselamatan pihak luar. "Mereka diperiksa di Polda. Salah satunya berinisial D. Kami merahasiakan namanya bukan tidak mau transparan untuk memberikan identitas anggota kami, tetapi ini menyangkut keselamatan anggota kami juga," kata Imam Thobroni kepada detiksurabaya.com, Jumat (27/8/2010).
Dia menambahkan, diketahui pelaku penembakan setelah ada hasil uji balistik terhadap proyektil yang bersarang di dada Serma Mahfud. Sementara D juga mengaku jika dirinya 2 kali melakukan tembakan, tapi sebagai tembakan peringatan.
"Ya itu informasi yang saya terima dari Polda tetapi masih via telepon, resminya mungkin nanti sore," jelasnya.
Pihaknya saat ini belum bisa memberikan keterangan terkait kronologi penembakan hingga mengenai perut Serma Mahfud. "Itu yang belum jelas, apakah terkena
pantulan atau sengaja ditembakkan atau tidak sengaja ditembakkan kita belum tahu,"
terangnya.
Sementara dirinya membantah jika saat ada penggerebekan anggotanya memakai topeng. "Kalau bertopeng tidak benar, mereka semua berpakaian preman kok," tandasnya.
Sebelumnya, Serma Mahfud mengalami luka tembak di bagian perut setelah didatangi 6 pria bertopeng sekitar pukul 00.15 WIB, Rabu (25/8/2010) dini hari di Lokalisasi Bendengan. Seorang saksi mata mengaku sebelum kejadian saksi melihat korban sedang duduk di kursi, tiba-tiba datang sekelompok orang bertopeng dan langsung melepaskan tembakan ke udara.
Saat itu korban langsung mendatangi pria bertopeng dan pria itu langsung mengarahkan tembakan ke perut Serka Mahfud. Korban akhirnya terkapar, sementara pelaku yang diperkirakan berjumlah 6 orang langsung meninggalkan lokasi kejadian.
Korban pun dirujuk ke RSU dr Soebandi Jember karena lukanya cukup parah. Hingga kini belum diketahui motif penembakan anggota marinir tersebut. (fat/fat)











































