Kepala Humas Daops VII Madiun, Hariyono Wirotomo, kepada wartawan di Stasiun Madiun Rabu (25/08/2010), mengatakan bahwa tarif KA ekonomi ber-AC nantinya berbeda dengan tarif KA ekonomi biasa.
Untuk KA ekonomi ber-AC, tarifnya sebesar Rp 50.000 sampai Rp 60.000 per penumpang. Sedangkan, tarif KA ekonomi biasa hanya Rp 40.000 per penumpang dengan tujuan Madiun- Jakarta.
"Kita akan nyamankan penumpang KA kelas ekonomi yang biasanya kepanasan, namun kali ini ada KA ekonomi ber-AC ini dan tentu saja tarifnya berbeda dengan KA kelas ekonomi biasa," jelas Hariyono.
Terpisah, Kepala Humas PT INKA Madiun, Fathor Rasyid, menambahkan bahwa KA ekonomi ber-AC itu kini sudah bisa dioperasionalkan penuh. Sesuai rencana, KA itu bakal mulai beroperasi pada 3 September mendatang dengan rute perjalanan Stasiun Kartoharjo, Jawa Tengah, hingga Stasiun Pasar Senin (Jakarta). "Secepatnya KA ber AC bisa dinikmati untuk mudik lebaran tahun ini," kata Fathor Rasyid kepada wartawan.
Rasyid menambahkan KA kelas ekonomi ber-AC itu secara fisik sudah selesai 99%. Setiap gerbong mampu mengangkut penumpang sebanyak 86-100 orang. Kondisi di dalam gerbong terasa lebih sejuk dan nyaman karena dilengkapi fasilitas pendingin ruangan. Sedangkan, fasilitas yang lain tidak jauh berbeda dengan kereta api kelas ekonomi biasa.
KA ekonomi ber-AC itu rencananya hanya akan beroperasi untuk melayani rute Stasiun Pasar Senin (Jakarta) hingga Stasiun Kartoharjo (Jawa Tengah). Namun, dia berharap KA ekonomi ber-AC itu ke depan juga bisa melayani rute wilayah Daop VII Madiun dan sekitarnya.
Meski ada KA ekonomi ber-AC, namun KA ekonomi biasa tetap dioperasionalkan untuk mudik Lebaran mendatang seperti KA Brantas jurusan Stasiun Madiun-Pasar Senin (Jakarta), KA Gaya Baru jurusan Stasiun Madiun-Jakarta, KA Pasundan jurusan Stasiun Madiun-Bandung, dan KA Kahuripan jurusan Kediri-Bandung akan tetap beroperasi dengan tarif biasa yakni sebesar Rp 40.000 per penumpang.
(bdh/bdh)











































