Salah satunya Sumiyati (28). Ibu dua anak yang tinggal di Dusun Kampung Tengah Desa Bila'an itu tampak sukacita setelah menerima wesel kiriman uang dari Jupri (32), suaminya yang bekerja di Brunei Darussalam. Kiriman uang lewat Western Union itu, segera diambil di Kantor Pos Induk Pamekasan.
Tak tanggung-tanggung, uang kiriman Jupri untuk Sumiyati bernilai Rp 4,5 juta. Sumiyati mendapat kiriman uang setelah suaminya melayangkan SMS ke ponsel miliknya. Ditemani Busairi (20) adiknya, Sumiyati tampak antri di loket pembayaran Kantor Pos Induk di Jalan Masegit Pamekasan, Rabu (25/8/2010).
"Alhamdulillah. Akhirnya saya beserta anak-anak bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri," sambut Sumiyati, usai menerima uang kiriman sang suami yang telah 4 tahun bekerja sebagai buruh bangunan di Brunei Darussalam.
Menurut Kepala Kantor Pos Pamekasan, Slamet Widodo, sejak hari pertama puasa Ramadhan, Rabu (11/8/2010), terdapat aliran pengiriman wesel lewat Western Uniaon yang cukup fluktuatif. Memasuki hari ke-13 puasa, terdapat 1.620 kiriman wesel senilai Rp 3,5 miliar.
"Pengiriman uang paling banyak berasal dari TKI yang bekerja di Arab Saudi," jelas Slamet Widodo di kantornya, Senin (23/8/2010).
Urutan terbanyak kedua adalah kiriman dari naker di Malaysia, Hong Kong dan
Singapura. Rata-rata setiap kiriman wesel dari luar negeri bernilai Rp 1 juta sampai Rp 5 juta.
Sedangkan mayoritas warga Kabupaten Pamekasan yang mendapat kiriman dollar dan ringgit itu, berdomisili di sentra TKI. Seperti di wilayah Kecamatan Pasean, Batumarmar, Waru, Pakong, dan Kecamatan Palengaan. Ada pula TKI yang berasal dari Kecamatan Proppo dan Kecamatan Kadur.
Slamet mengatakan, fluktuasi kiriman uang lewat Western Union di Kantor Pos Pamekasan bakal meningkat saat mendekati lebaran. Biasanya, sepekan sebelum lebaran, kiriman uang dari luar negeri bisa mencapai Rp 2 miliar per harinya,
Untuk memberikan rasa aman kepada para penerima "dollar dan ringgit" itu, Slamet Widodo meminta petugas keamanan kepada Polres Pamekasan. "Keberadaan petugas keamanan itu akan memberi rasa aman bagi para penerima wesel. Bahkan, warga bisa meminta petugas untuk mengawalnya hingga sampai di kampungnya," jelas Slamet menutup pembicaraan.
(fat/fat)











































