Acara itu digelar untuk mempererat persaudaraan antar warga dan para penghobi
mancing sekaligus menyambut waktu berbuka. Hadir dalam acara itu diantaranya warga Bangil, Sukorejo, Prigen, Pandaan, Gempol dan lain-lain.
"Syukurlah, banyak yang datang, meskipun diadakan di sungai" kata Su'ud (50) salah
seorang penyelengara saat berbincang dengan detiksurabaya.com di lokasi, Selasa
(24/8/2010).
Dari pengamatan detiksurabaya.com di lokasi, terlihat ratusan pemacing berjajar rapi di sepanjang bantaran sungai. Mereka tampak berkonsentrasi pada air sungai di mana kail-kail dari pancingan mereka arahkan. Sorak-sorai dan tepuk tangan pun terdengar riuh saat salah seorang di antara mereka menarik seekor ikan besar dari dalam air.
Jelas saja, itu menarik perhatian pengendara yang lewat dan warga sekitar. Jalan
sempit yang menghubungkan Kecamatan Bangil dan Kecamatan Pandaan itu pun menjadi macet karena banyak orang yang memenuhi badan jalan untuk melihat.
"Pingin seneng-seneng sama temen-temen saja mas," kata Yanto (50) salah seorang
pemacing kepada detiksurabaya.com di lokasi.
Menurut pria berkumis tebal itu, selain untuk menyambut bedug berbuka, tujuannya
ikut dalam acara tersebut adalah untuk kesenangan dan bersilahturahim dengan
pemacing dari wilayah lain.
Hal senada dengan Yanto, Saipul (30) pemacing lain mengaku ikut acara karena kesenangan dan agar bisa berkumpul dengan teman lain. Meskipun acara tersebut diadakan di bantaran sungai yang 'dihiasi' sampah di mana-mana, ia mengaku sangat menikmatinya. "Tidak masalah mas, yang penting seneng," jelasnya.
(fat/fat)











































