Rumah pasutri itu diobok-obok empat pelaku berpakaian ala ninja. Saat itu kedua korban sedang tidur dan tiba-tiba pelaku sudah berada di dalam rumah.
Korban tidak berani melawan perampok karena diancam akan dibunuh. "Saya pasrah saja pak, karena celurit pelaku diarahkan ke leher saya," papar Warso kepada
detiksurabaya.com, Selasa (24/08/2010).
Korban semakin tidak bisa melakukan perlawanan karena tangan diikat dengan tali
rafia serta mulut dilakban, para pelaku menyusup ke rumah korban dengan cara
mencongkel jendela salah satu rumah, Senin (23/8/2010) malam.
Pelaku berhasil membawa kabur uang senilai Rp 36 juta, 40 gram perhiasan emas dan 2 buah HP. Selanjutnya para pelaku langsung kabur menggunakan 2 motor milik korban yang disimpan di garasi rumah.
Tomina menerangkan, uang yang digasak kawanan rampok itu merupakan uang arisan dan akan segera diambil pemiliknya menjelang perayaan idul fitri mendatang. Kedua korban adalah pengusaha toko dan salah satu jutawan yang ada di Desa Sumber Anyar.
Kini polisi masih melakukan olah TKP dan menemukan sejumlah barang bukti berupa penutup wajah milik pelaku, tali yang digunakan mengikat korban, serta sebuah linggis yang diduga digunakan pelaku untuk mencongkel jendela.
Diharapkan, barang bukti bisa menjadi petunjuk awal pengungkapan kasus tersebut. "Yang jelas sudah ada gambaran pelakunya, namum kami masih berkonsentrasi untuk mencari barang buktinya dulu," terang Kaspolsek Banyu Putih, AKP Wahyudi saat dihubungi.
(fat/fat)











































