Dia membantah anggapan Misdi (50) dan Sisminanti (45), ibu dan bapaknya yang mengganggap dirinya berpacaran dengan Mulyadi.
"Saya itu baru kenal beberapa hari sebelum dinikahkan. Mulyadi sering bermain di kampung halaman saya," ungkap LD kepada detiksurabaya.com di UPPA Polres
Malang di Jalan Ahmad Yani, Selasa (24/8/2010).
Bungsu dari tiga bersaudara ini tak memahami alasan jelas dari kedua orang tuanya menilai adanya hubungan khusus dirinya dengan pria telah beristri tersebut. "Saya juga bingung kenapa bapak menggangap saya telah pacaran," kata siswi kelas 2 SMP itu.
Dia mengaku tertekan atas pernikahan tersebut dan memilih untuk kabur serta meminta bantuan perangkat desa. Perlakukan kasar Mulyadi menambah beban korban selama tiga pekan menjadi seorang istri siri. Selain itu pelaku kerap pulang dalam kondisi mabuk dan meminta dirinya melayani nafsu birahi bapak satu anak itu.
"Mulyadi sering pulang mabuk dan meminta saya melayaninya. Kalau saya tidak mau, bapak marah dan memaksa saya untuk menuruti," ujar LD.
Setelah berhasil kabur dari jeratan Mulyadi dan kedua orangtuanya, membuat LD lega. Dia berusaha untuk membuang pengalaman pahit tersebut. (wln/wln)











































