Sidak mulai dari toko kuning Jalan Pemuda Situbondo, toko yang menjual kebutuhan sembako itu tidak ditemukan adanya mamin kadaluwarsa. Selanjutnya petugas bergeser ke toko dan swalayan lainnya.
Dari hasil sidak mamin itu petugas menemukan puluhan makanan yang diduga kadaluwarsa. Masa kadaluwarsa makanan tersebut sengaja diperpanjang oleh pemilik toko, dengan cara menempelkan tulisan di kemasan makanan.
"Sesuai aturan, seharusnya label kadaluwarsa itu harus tertulis permanen di
kemasan, bukan ditempelkan. Bisa saja nanti itu akan dirubah jika sudah masuk masa
kadaluwarsa," kata Kabid Perdagangan, Mansyur kepada detiksurabaya.com, Senin (23/8/2010).
Selanjutnya makanan yang ditengarai kadaluwarsa itu diamankan petugas untuk
diteliti. Dinas kesehatan berjanji akan menguji secara klinis apakah makanan tersebut benar-benar masih bagus atau tidak.
"Masa kadaluwarsa yang ditulis dalam kemasan ini tidak permanen, untuk memastikan apakah ini layak dikonsumsi kami harus melakukan penelitian," jelas Ahmad Khusnul, Kabid pengawasan Makanan dan Minuman, Dinas Kesehatan Situbondo.
Sidak mamin kadaluwarsa gencar dilakukan di tengah meningkatnya konsumen jelang
masuknya perayaan Hari Raya Idul Fitri. "Memasuki hari raya daya beli konsumen
sangat meningkat, kami berharap agar penjual juga menjaga kualitas mamin yang
mereka jual, kami berharap pemilik toko yang memiliki mamin kadaluwarsa segera
dimusnahkan saja," tegas Mansyur.
(fat/fat)










































