Seluruh Perwira Menengah Polres Malang Kota 'Diteror'

Seluruh Perwira Menengah Polres Malang Kota 'Diteror'

- detikNews
Senin, 23 Agu 2010 14:19 WIB
Seluruh Perwira Menengah Polres Malang Kota Diteror
Malang - Seluruh perwira menengah (pamen) di lingkungan Polres Malang Kota resah. Mereka serempak menerima 'teror' pesan singkat dari orang yang mengaku sebagai Kapolres Malang Kota AKBP Agus Salim baru menjabat beberapa hari ini.

Dalam pesan singkat itu dijelaskan bahwa AKBP Agus Salim sebagai pimpinan baru meminta kepada anggotanya memberi bantuan berupa uang ataupun barang.

"Dari semua yang mendapat SMS, hanya saya yang terlewat. Semua pesan berisi
meminta bantuan yang menyatakan pesan itu dari bapak kapolres yang baru," kata Kasatintel Polres Malang Kota AKP Jaenuri, SH kepada wartawan di Mapolres Malang Kota Jalan Jaksa Agung Suprapto, Senin (23/8/2010).

Berdasar laporan yang masuk, kata Jaenuri, semua perwira mulai kabag, kasat, hingga kapolsek menerima pesan yang sama. Pesan itu masuk setelah serah terima jabatan Kapolres Malang Kota yang baru dari AKBP Daniel Tahi Monang Silitonga kepada AKBP Agus Salim pada Kamis (19/8/2010).

Kasatreskoba Polres Malang Kota AKP Sunardi Riyono, salah satu perwira yang menerima pesan singkat dikirim melalui nomor 081220397111. Dia mengaku dirinya tak begitu memperdulikan isi dari pesan tersebut. Pasalnya pesan yang masuk ke nomor telpon selulernya berisi tentang pernyataan nomor telpon yang mengirim pesan adalah milik Kapolresta Malang.

"Dari bahasanya saja, saya sudah tidak yakin, kalau bapak kapolresta. Makanya tidak saya tanggapi," jelas Riyono kepada detiksurabaya.com di ruang kerjanya.

Secara terpisah Kapolres Malang Kota AKBP Agus Salim mengakui adanya 'teror'
melalui telpon dan pesan singkat yang masuk kepada anggotanya.Dia memaklumi
sebagai pejabat baru pastinya sering dimanfaatkan oleh orang-orang iseng untuk
melakukan kegiatan teror.

"Memang sudah biasa hal itu, tapi saya imbau semua harus waspada dan tidak mudah percaya," katanya.

Seorang ibu beberapa waktu lalu, lanjut mantan Kapolres Bangkalan, mendatangi wisma kediamannya yang mengaku ada seseorang menghubungi dirinya dan meminta dirinya datang ke rumah dinas.

"Ibu itu datang dan mengaku telah ditelepon oleh kapolresta baru dan meminta datang ke wisma," terangnya.

Dia mengimbau kepada semua pihak untuk berhati-hati dalam menerima telepon atau pesan singkat dari orang yang mengaku dirinya. (fat/fat)
Berita Terkait