"Paling banyak titik di Bojonegoro. Sedangkan titik rawan lainya berada di daerah alas tua (antara Semarang-Tawang), dan Kaliwungu-Kendal," ungkap Vice President PT KA Daops IV Semarang, Septa Trijono Ramadin ketika melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di stasiun Bojonegoro, Kamis (19/8/2010).
Pihanya menyiapkan 251 tenaga ekstra guna memantau titik rawan tersebut. "Tujuh titik rawan itu di antaranya karena tikungan tajam, jembatan panjang atau rawan banjir dan tanah longsor. Dan kita akan memasang petugas di titik-titik tersebut," jelasnya.
Sebanyak 251 tenaga ekstra itu disiapkan oleh PT KA agar selalu memantau kesiapan rel dilalui kereta api. Ratusan tenaga tambahan itu juga disiagakan mengantisipasi adanya sabotase baut rel, terutama di jembatan panjang. "Harus kita waspadai benar, sebab jika di jembatan ada satu saja baut rel yang hilang, maka bisa berbahaya." ujarnya.
Banyaknya pemudik yang diperkirakan melewati jalur utara dari Jakarta ke Surabaya melewati Bojonegoro juga membuat Daops IV tak mau kecolongan. Tiga bulan lalu, pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan pihak kepolisian di semua daerah agar meminimalisir kriminalitas. Karena tak bisa dipungkiri, banyaknya penumpang membuat peluang pelaku kriminal lebih luas.
Dalam Sidak ke Stasiun Bojonegoro kemarin, nampak juga Direktur Pengembangan Usaha PT KA Pusat, Julison Arifin dan beberapa pejabat lainya. Dimana, setelah memantau persiapan Mudik lebaran di Bojonegoro, mereka berpindah menuju Surabaya.
(wln/wln)











































