Peristiwa naas itu terjadi saat Slamet tengah menemani Kevin (8), cucunya bermain kembang api di depan rumahnya di Desa Tempursari, Kabupaten Malang, Senin (16/8/2010) malam.
Akibat kejadian tersebut, kini Slamet mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Panti Nirmala Malang.
Dari informasi yang dihimpun, satu kembang api berukuran sedang dinyalakan Kevin merupakan putra Rani (29), salah satu anak korban. Setelah dua kali meletus, kembang api dalam genggaman Kevin mendadak terjatuh ke bagian kakinya. Karena takut kembang api meledak dan mengakibatkan luka pada cucunya, bapak empat anak ini langsung mengambil kembang api tersebut dan hendak membuangnya.
"Saat akan saya buang itu, kembang api meledak," ujar Slamet Pramono, saat ditemui detiksurabaya.com di RS Panti Nirmala Malang Jalan Kolonel Sugiono, Rabu (18/8/2010).
Keluarga Slamet yang melihat korban luka parah akibat ledakan kembang api itu langsung melarikannya ke rumah sakit terdekat. Namun, karena mengalami luka cukup parah korban kemudian dirujuk ke Panti Nirmala Malang.
Akibat ledakan itu, bagian jari kelingking korban putus, jari manis patah hingga tim medis harus menyambungnya. Kuatnya ledakan itu juga berakibat jari tengah korban retak, serta bagian ibu jari nyaris putus.
Slamet yang di era tahun 60-an menjadi gelandang di kesebelasan Persebaya Surabaya itu kini masih harus mendapatkan perawatan hingga belum diketahui batas waktunya. (bdh/bdh)










































