Upacara dilakukan mereka di pelataran pertokoan di Jalan Raya Dieng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (17/8/2010).
Bermodal bendera ukuran 10 centimeter kali 5 centimeter serta batang bambu sebagai tiang bendera. Orang-orang biasa dicibir kehadirannya oleh masyarakat ini dengan khidmat menggelar upacara hingga usai.
Tiga bocah diantaranya dua laki-laki dan satu perempuan bertugas mengibarkan bendera merah putih berukuran mini. Kendati tidak sepenuhnya mereka mengibarkan bendera itu. Hanya berdiri di posisi seperti layaknya pengibar bendera.
Karena sebelumnya bendera kecil itu telah diikatkan di tiang bambu. Saat bendera mulai berkibar, mereka juga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Tak lupa mereka memberikan penghormatan kepada bendera merah putih. Usai menyanyikan lagu kebangsaan, para anak jalanan, gelandangan, dan pengemis, ini menutup peringatan HUT ke-65 RI dengan mengheningkan cipta.
Ketua Aliansi Masyarakat Miskin Kota Malang Amrulloh, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk nasionalisme para anak jalanan, gelandangan, dan pengemis.
"Semangat kemerdekaan mereka tidak hilang, meskipun sehari-hari hidup mereka terkadang berbenturan dengan aturan pemerintah," ujarnya kepada wartawan.
Soal ukuran bendera mini yakni hanya 10x5 cm, Amrulloh mengaku itu hanya spontan saja dibeli para anak jalanan. Namun, hal itu tidak menghilangkan rasa hormat kepada bendera merah putih.
Sementara itu, Alvina (12), salah satu anak jalanan ikut serta dalam peringatan itu, menuturkan, dirinya bersama teman-teman memang merencanakan untuk memperingati kemerdekaan RI.
Meskipun sederhana, dirinya mengaku bangga masih dapat menyempatkan diri untuk mengenang jasa pahlawan. "Hari ini Indonesia merdeka, kita harus memperingatinya," tuturnya. (wln/wln)











































