Ada bekas luka dan mengeluarkan darah di bagian paha dan kaki sebelah kanan. Luka ini diperkirakan membuat korban meregang nyawa.
"Kami masih selidiki atas kematian korban yang tak wajar ini. Untuk itu jenazah kami bawa ke rumah sakit guna menjalani autopsi," kata Kapolsekta Lowokwaru AKP Gatot Suseno kepada wartawan usai mengevakuasi jenazah korban.
Gatot mengungkapkan, korban diperkirakan tewas tiga sampai empat hari. Hal itu diketahui dari jasad korban yang membusuk. "Korban tak menetap tinggal di sini, terkadang pulang ke Madiun atau Surabaya. Di lantai dua itu korban menggunakannya sebagai tempat tidur," ungkap Gatot.
Data yang dihimpun di lokasi, korban selama ini hidup seorang diri ruko dalam kondisi tak terawat itu. Diketahui ruko berlantai dua itu adalah milik salah satu cucunya. Warga sekitar selama ini menganggap korban merupakan wanita tangguh, yang mampu hidup meskipun seorang diri.
"Kita sering lihat orangnya keluar untuk membeli makanan dan minuman. Meskipun keluarga tergolong mampu. Ibu ini memilih tinggal di sini," ujar Inge (35), salah satu pemilik ruko yang berdekatan dengan lokasi kejadian.
(wln/wln)










































