Balita bernama Arya Cahya Mulyana itu masih berusia 5 tahun asal Desa Bunder Kecamatan Pademawu Pamekasan-Madura. Bersama Sugianto dan Yuli Mulyani, ayah dan ibunya, Arya tercatat sebagai anggota tim ekspedisi pengibaran bendera merah putih di puncak Mahameru. Tim berjuluk Cahaya Ramadan itu, berangkat menuju Lumajang, Kamis (12/8/2010) lalu.
Di dalam tim Cahaya Ramadan itu, masih ada lima orang pendaki dewasa lainnya. "Jadi seluruhnya terdapat 8 orang pendaki. Termasuk murid kami." Kata Kepala Sekolah TK Nurul Hikmah, Syarifah Badi'ah, Senin (16/8/2010).
Syarifah yang ditemui di kantornya Jalan Kemuning Pamekasan-Madura berharap Arya mampu menaklukkan puncak Mahameru. Sebab, aksi Arya itu akan tercatat dalam sejarah pendakian di Indonesia sebagai pendaki balita pertama yang ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan RI di puncak Mahameru.
Sejak keberangkatan Arya menuju puncak Mahameru, Badi'ah mengaku tak pernah berhenti berdoa dan berharap atas kesehatan Arya. "Arya memang dikenal sebagai anak cerdas dan periang," ucap Badi'ah.
Badi'ah optimis Arya bisa menaklukkan puncak Mahameru. Sebab sebelumnya, Arya pernah dan berpengalaman mendaki puncak Gunung Welirang dan Gunung Arjuna.
"Semoga Gusti Allah memberi kesehatan dan keselamatan pada Arya. Semoga cita-citanya berhasil dan bisa pulang dan bersekolah kembali di Pamekasan," harap Badi'ah.
Sejak keberangkatan Arya menuju Mahameru, Badi'ah yang keturunan Arab ini selalu memonitor ramalan cuaca. Baik di koran, radio maupun televisi. Badi'ah bersyukur lantaran cuaca di Jawa Timur umumnya normal. "Saya akan memberi sambutan khusus saat Arya kembali masuk sekolah nanti," pungkas kepala sekolah yang masih lajang itu. (fat/fat)










































