Jenazah Katmin pertama kali diketahui Katno, yang tak lain anak korban. Sebelumnya, Katno berusaha mencari keberadaan ayahnya. Pasalnya, sejak Minggu (15/8/2010) dini hari, Katmin terlihat keluar rumah.
Namun betapa terkejut saat memasuki rumah kosong milik Katinah yang berjarak 200 meter dari rumah korban, dilihatnya sesosok tubuh tergantung di kuda-kuda rumah. Saat dihampiri, ternyata tubuh Katmin sudah kaku lantaran meregang nyawa. Peristiwa itu langsung dilaporkan ke Mapolsek Nawangan.
Infromasi yang dihimpun, Katmin tewas dengan seutas kain selendang melilit kehernya. Katmin diduga putus asa lantaran penyakit kanker leher yang dideritanya tak kunjung sembuh.
Kasat Reskrim Polres Pacitan AKP Sukimin membenarkan peristiwa itu. Usai mendapat laporan, kata Sukimin tim dari Polsek Nawangan langsung melakukan olah TKP. Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, polisi meminta keterangan sejumlah saksi dan melakukan visum et repertum terhadap jasad korban.
Dari lokasi kejadian disita barang bukti berupa selendang, sandal jepit, lampu senter, baju dan celana korban. "Anggota sudah turun untuk melakukan olah TKP," tutur Sukimin.
Sukimin menilai, seharusnya peristiwa semacam ini tidak perlu terjadi, kalau pelaku bisa berfikir rasional dan berpegang teguh pada ajaran agama. Kejadian ini, lanjut mantan Kapolsek Tulakan ini, harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk semakin mendekatkan diri kepada sang pencipta. "Apalagi saat ini bulan Ramadan," tandasnya.
(wln/wln)











































