"Mereka seluruhnya mengikuti puasa, terkecuali 2 narapidana dari Tempursari
yang beragama Kristen dan narapidana yang berhalangan karena sakit. Narapidana yang sakit jumlahnya hanya 4 orang," kata Kepala Seksi Pembinaan Anak Didik (Kasi
Binadik) Lapas Kelas 2 B Lumajang, Martono kepada detiksurabaya.com di kantornya Jalan Alun-Alun Timur, Rabu (11/8/2010).
Selama ramadan, pihak Lapas juga memberikan kelonggaran kepada para keluarga napi untuk membesuk dan membawa makanan bagi para penghuni sebagai bekal berbuka dan sahur. "Meski kami tidak melakukan perubahan jadwal berkunjung selama, tapi keluarga boleh membawakan makanan untuk buka dan sahur," jelasnya.
Secara rutin, pihaknya mengaku ada sejumlah donatur yang mengirimkan takjil gratis ke Lapas. Semuanya akan dijadwalkan, agar pengirimanya tidak saling berbenturan. Sementara untuk kegiatan tadarus dilaksanakan secara rutin dengan bimbingan ustadz dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang dan Sekolah Tinggi Agama Islam Wonorejo.
"Kegiatan tadarus bersama rutin dilaksanakan sampai pukul 21.00 WIB. Kami juga telah menunjuk 12 orang narapidana, yang khusus untuk melaksanakan kegiatan ini setiap malamnya," pungkasnya.
(fat/fat)











































