Dalam razia siang bolong itu, anggota Satpol PP hanya berhasil menggelandang Riani (36) asal Kelurahan Simolawang, Surabaya. Tapi, belasan kupu-kupu malam lainnya berhasil kabur. Ada pula yang kabur bersama pria hidung belang pasangannya.
"Sepertinya razia ini telah bocor," cetus Mohamad Yusuf Wibisono, penyidik PPNS Satpol PP Pamekasan yang memimpin razia PSK saat ditemui di lokasi, Selasa (10/8/2010).
Padahal Yusuf bersama anggotanya telah mengepung tiga pintu keluar Pasar Malam Sadangdang. Namun, langkah anggota Satpol PP masih kalah cepat dengan jurus langkah seribu para PSK.
Penggerebekan PSK itu kontan menjadi tontonan gratis sejumlah pedagang pasar malam yang siang itu sedang beristirahat di lapak-lapak miliknya. Selain menggelandang Riani, anggota Satpol PP menegur keras Mintarsih (42) yang hanya menunjukkan KTP Jember tanpa ada surat jalan dari desa asal.
Melihat itu, Yusuf menyita KTP milik Mintarsih dan menyuruhnya mengambilnya di Kantor Satpol PP di Jalan Pamong Praja. Saat merazia belasan warkop, Yusuf memerintahkan seluruh anggotanya memeriksa kamar tidur yang dibangun di belakang warkop.
Kamar tidur berbahan anyaman bambu, tak luput dari pemeriksaan detail. Termasuk di bawah kolong ranjang. Tapi tak seorangpun PSK yang tertangkap. Mereka kabur menjauhi warung tempat mangkalnya.
"Untuk besok pagi (Rabu, 11/8/2010), kami akan mendatangi deretan warung kopi itu. Jika masih berdagang, kami akan mamaksa pemiliknya agar menutup warungnya," tandas Yusuf.
(fat/fat)











































