"Sudah semestinya perusahaan bisa berdampingan dengan masyarakat di sekitarnya,
dan karena ini sampai ada protes kami akan lakukan pembuktian kebenarannya. Kami
akan undang manajemen Gudang Garam untuk klarifikasi," ungkap Ketua Komisi D
DPRD Kabupaten Kediri Abdul Hasyim, saat ditemui detiksurabaya.com di kantornya,
Jalan Soekarno-Hatta, Senin (9/8/2010).
Politisi asal PKB tersebut menambahkan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan
laporan resmi terkait adanya pencemaran. Meski begitu hal itu tidak akan
menghalangi pihaknya untuk melakukan klarifikasi, karena pemberitaan di media
massa sudah cukup menjadi dasarnya.
"Kalau sampai masyarakat aksi dan diberitakan di media massa, berarti kan memang benar ada keresahan, dan itu menjadi tugas kami meneliti kebenarannya untuk selanjutnya mengambil saran tindak penanganan," imbuhnya.
Sementara Pemerintah Kabupaten Kediri menyikapi protes warga mengaku segera
melakukan klarifikasi. Meski begitu untuk tahap awal cek lokasi akan dilakukan terlebih dahulu.
"Besok pagi rencananya tim dari Dinas Kesehatan dan Kantor Lingkungan Hidup akan
cek ke lokasi, apakah memang benar ada pencemaran dan seberapa parah dampaknya. Dari sana kami akan lakukan klarifikasi serta penanganan lanjutan," kata Kabag Humas Pemkab Kediri Eko Setiyono kepada wartawan.
Eko juga mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mendapat laporan. Pengakuan Eko bertolak belakang dengan pernyataan warga yang sudah 2 kali melapor ke pemkab hingga ke gubernur, namun tak kunjung mendapatkan tanggapan sampai akhirnya menggelar demo.
"Kalau warga mengaku sudah melapor dan sempat dilakukan mediasi, itu saya kurang
mengetahuinya. Yang jelas data dari Kantor Lingkungan Hidup belum ada laporan
atas pencemaran itu," tegas Eko.
Khusus untuk warga yang sudah jatuh sakit akibat pencemaran, Eko belum bisa memastikan bantuan, sebelum hasil klarifikasi didapatkan. "Untuk korban sakit ada layanan jamkesmas, dan itu bisa dilakukan apabila korbannya memang dari keluarga miskin. Yang jelas kami tunggu apa hasil klarifikasi, untuk selanjutnya diambil tindakan," tandasnya.
Sebelumnya, sekitar 1.500 warga Desa/Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri
menggelar demo memprotes pencemaran yang ditimbulkan pembakaran limbah PT GudangĀ Garam, Minggu (8/8/2010) kemarin. Aksi ini puncak kekesalan warga setelah pencemaran terjadi sejak 4 tahun silam, sementara upaya klarifikasi yang dilakukan dan ditembuskan sampai ke gubernur Jatim, sejauh ini tidak mendapatkan tanggapan.
Sementara imbas dari pencemaran, selain pelataran, rumah dan perabot warga kotor, juga mengakibatkan terjadinnya gangguan kesehatan. Selain itu pencemaran juga dianggap mengakibatkan terganggunya tanaman pertanian.
(fat/fat)











































